BrOOww...

Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Mak Comblang Temukan Cinta


Andre,itulah nama cowok terkeren,tertampan,tergaul di SMA SUKA BERSIH.Andre adalah anak yang dikenal ramah,baik,pandai bergaul dan suka menolong teman.Kebanyakan laki-laki di SMA SUKA BERSIH memiliki hoby tidak jauh dari basket,futsal,bulu tangkis dan modern dance,tapi lain dengan Andre,ia memiliki hoby yang unik dan jarang orang yang memiliki hoby ini.Hoby Andre adalah tukang comblang hingga sering di sebut Mak Comblangnya SMA SUKA BERSIH.Tapi anehnya ratusan kali Andre mencomblangkan temannya tapi ia  sendiri tidak pernah merasakan yang namanya pacaran.


Mak comblang kelas kakap,itulah sebutan yang tepat untuk Andre.Sudah ratusan kali Andre mencomblangkan orang dan tidak pernah satu pun yang gagal.Hingga suatu ketika Joni anak tercupu di SMA SUKA BERSIH sekaligus juga teman sekelas Andre ingin di comblangkan olehnya.Andre berfikir Pencomblangannya kali ini akan menjadi sulit dikarenakan Joni yang anaknya super-duper cupu,tapi hal ini lah yang akan menjadi tantangan tersendiri bagi Andre.      
“OKE!Gue butuh waktu 2 bulan untuk ini dan lu berani bayar berapa?” Tegas Andre

“emmmm… Oke deh dre!masalah biaya bisa di atur!” Jawab Joni
“Jadi deal ya!pokoknya gue ga mau di bawah cepek!gimana mau?” Balas Andre
“kan udah aku bilang tadi masalah biaya bisa aku atur,kamu kaya gak tahu aku aja dre!” Jawab Joni

            Satu bulan sudah berlalu dan hasilnya ternyata gagal.Kehabisan akal Andre pun berfikiran untuk menggunakan Biro Jodoh.Selama 7 hari Andre menggunakan jasa Biro Jodoh ternyata hasilnya  masih nol,hingga akhirnya hari ke-14 Andre bertemu seorang wanita di suatu taman kota.Cinta,itu nama wanita yang akan di temui Andre,dan ternyata Cinta juga menggunakan jasa Biro Jodoh untuk mencomblangkan temannya yang bernama Rani.
“wah gila kalo kayak gini sih gw rugi ngasih ke Joni”Kata hati andre
“kalo cowoknya kayak gini aku sih gak mau ngasih ke Rani(teman Cinta)” Kata hati Cinta.
Mereka pun saling berkenalan dan melakukan pendakatan atau pedekate.

            Dua bulan sudah Andre mencomblangkan Joni,Joni pun menagih janjinya kepada Andre
“dre,waktunya udah dua bulan nih!mana cewe yang mau kenalin ke aku?” Tanya Joni
“Sorry Jon!gue juga belum ketemu nih!kasih gue satu bulan lagi ya!” jawab Andre
“mau ya!mau ya!pliss jon!pliss!ini juga demi lo kok!”Desak Andre
“Oke deh aku kasih satu bulan lagi!tapi janji ya!”Tegas Joni
“Thanks ya Jon lo memang temen gw yang paling ganteng dan keren deh!” Puji Andre
Di lain sisi Cinta pun mengalami hal yang sama.Andre dan Cinta saling menutupi pada Joni dan Rani kalau mereka saling pedekate.

            Tiga bulan kurang  lima hari Joni pun mulai curiga dengan Andre begitupun Rani yang juga mulai curiga dengan Cinta,hingga akhirnya mereka mencoba mencari tahu apa yang terjadi.Tepat tiga bulan yang di janjikan Andre,Andre pun mulai mengajak kencan Cinta di suatu café.Ternyata diam-diam Joni mengikuti Andre pergi ke café tersebut begitu pula dengan Rani.Disaat Andre kencan dengan Cinta tanpa disengaja Rani dan  Joni telah bertemu dan menempati meja yang sama untuk memata-matai Cinta dan Andre yng sedang kencan.
“kamu siapa main duduk-duduk di sini?” Hentak Joni
“ada juga kamu yang ngapain duduk d sebelah aku?” Jawab Rani
“ssst udah diam!aku lagi mata-matain teman aku nih berisik tau!” Bentak Joni
“Kamu tuh berisik dasar aneh!” Jawab Rani
Mereka pun saling bertengkar dan akhirnya Andre dan Cinta pun menyadari bahwa sejak awal mereka telah dimata-matai oleh Joni dan Rani.
“Joni!” Sahut Andre
“Rani”  Sahut Cinta
“kalian ngapain di sini?” secara bersamaan Cinta dan Andre terkejut
“ki…kita e..engga ngapa-ngapain kok!” Jawab Joni dan Rani
“mana cewek yang mau kamu kenalin ke aku dre?” Tagih Joni
“Kamu juga mana cowok yang mau kamu kenalin ke aku Cin?” Tagih Rani
Andre dan Cinta pun bingung ingin menjawab apa,Hingga akhirnya mereka Menjelaskan apa yang telah terjadi.Joni dan Rani pun terkejut dengan apa yang telah Andre dan Cinta Jelaskan,dan akhirnya Andre menyatakan cintanya kepada Cinta.Mereka pun menjadi pasangan yang serasi begitupun  dengan Rani dan Joni yang tanpa disengaja saling menyimpan rasa,dan mereka pun hidup bahagia sampai ke pelaminan.
00.40 Diposting oleh Unknown 0

MY SWEET SEVENTEEN

Aku adalah anak dari seorang saudagar kaya raya yang super sibuk yang kerjanya hanya di luar kota dan tak pernah memikirkan anaknya,Panggil saja namaku Rina.bagiku  yang tanpa ditemani orang tua di rumah itu sudah biasa.Aku tinggal di rumah bersama bi Ijah dan pak Jono supir pribadiku.dari umur 4 tahun aku hari-hariku  selalu di isi dengan mereka,mungkin yang difikirkan orang tuaku hanya Rupiah dan Rupiah saja.Sejak umur 4 tahun pula aku memiliki kebiasaan yang aneh,setiap malam aku selalu pergi ke atas loteng untuk melihat indahnya malam hingga Shubuh menjelang.


Umurku kini 16 tahun 11 bulan,dan bulan depan adalah bulan dimana umurku Genap 17 tahun.aku berharap disaat umurku 17 tahun orang tuaku datang ke Jakarta dan merayakan sweet seventeen ku bersama-sama.satu hari sebelum umurku genap 17 tahun seperti biasa aku berada di atas loteng ditemani dengan Dimas tetangga di depan rumahku.
“kayak biasa Rin?”Tanya Dimas sambil menghampiriku
“Iya nih mas,kamu kan tau setiap malam aku selalu di atas”Jawabku “ooh gitu… Emang dulu mamah kamu ngidam apasih sampe kamu punya kebiasaan yang aneh kayak gini?” Tanya dimas kembali
“Mungkin mamah dulu lagi hamil aku dia ngidam Kucing kali yah!” Gurau ku
“hahahaha bisa saja kamu Rin,walaupun gitu beliau itu mamah kamu!” Terang Dimas

Genap sudah umurku 17 tahun seperti biasa aku mulai ritualku,dengan membawa selimut dan cemilan yang cukup aku pun pergi ke atas loteng sambil menunggu orang tuaku datang.Bi Ijah datang,tidak seperti biasanya ia melarangku untuk melakukan Ritual ini. “eeeh neng Rina kamu the ngapain malem-malem nongkrong di atas loteng  sudah kayak Kucing Garong aja!” Tegur Bibi
“ah bi Ijah kayak gak tahu kebiasaan  aku saja,aku kan sudah biasa bi diatas loteng setiap malam” Jawab ku
“nanti kalo neng Rina kedinginan gimana atuh?” Tanya Bibi
“tenang Bi,aku udah siapin selimut ko bi!” jawab ku
“ka..kalo..”perkataan bi Ijah aku putus
“Kalo lapar bi?kalo lapar aku udah bawa persediaan makanan ringan ko bi,yang penting bisa ganjal perut” ku sambar perkataan bi Ijah
“Ya sudah lah,Hati-hati ya neng!” Kata bibi.

Telah lewat tengah malam aku menunggu di atas loteng dan tidak seperti biasanya,yang biasanya aku selalu ditemani oleh Dimas kini ia tidak menemaniku,mungkin sudah tidur itulah yang ada di fikiranku.tidak lama dari itu datanglah pasangan yang sepertinya baru jadian berhenti di depan rumah Dimas dengan menaiki motor.Hati ku terasa sesak melihatnya ditambah lagi pasangan tersebut adalah Dimas dan Dewi yang juga sahabatku Sejak kecil.Mungkin aku telah menyimpan perasaan pada dimas,secara Dimas adalah teman kecilku yang hingga saat ini setia menemani aku di saat aku di loteng,tapi sekarang semuanya terasa menghilang.Kejadian tersebut sudah kulupakan,tiba2 aku melihat seorang maling menggunakan Sarung hitam yang ingin mencuri di rumah tetangga sebelah ku,sebenarnya aku ketakutan tapi tiba-tiba saja maling tersebut lari ketakutan ketika melihatku.Mungkin karena maling itu mendengar suara tangisan ku dan melihatku yang sedang dibalut selimut putih hingga menyerupai hantu.

Hari semakin menuju pagi dan mataku telah mengantuk.Dan bi Ijah membangunkan ku.
“Neng Rina”sahut bi Ijah
“ayo kita berangkat Shalat Shubuh”ajak bi Ijah
Selesai aku pergi Sembahyang aku pulang tiba-tiba saja.
“SURPRISE..!” kejut orang tua ku
Dimas menghampiriku dan tiba-tiba aku di angkat olehnya dan di lempar ke dalam kolam
“Gubrak” saat aku sadar ternyata aku telah terbaring di lantai dengan merintih kesakitan.
Bi Ijah mengantarku ke rumah sakit terdekat dan aku pun dirawat.Keesokan harinya Dimas dan Dewi datang menjenguk ku.
Dimas menghampiriku dan berkata “emmm… mungkin kamu sudah liat kan semalam?”
“udah” jawab ku dengan keras
“Aku dan Dewi sudah jadian tadi malam” Tegas Dimas
Hatiku terasa di tusuk-tusuk oleh pedang yang tajam.
“Dimas lebih baik kamu keluar dari ruangan ini aku butuh istirahat!” bentakku sambil mengusir Dimas
Orang tuaku selalu sibuk di luar kota bukan untuk mementingkan diri sendiri melainkan mereka mementingkanku.Dan Walaupun tidak ada orang tua ku disaat umurku 17 tahun tapi masih ada bi Ijah yang selalu menemani ku di saat aku sakit,suka,dan juga duka.Bagiku bi Ijah adalah Orang tua kedua di dalam Hidupku.

By : Agung Arjun Pratama
00.32 Diposting oleh Unknown 0